Senin, 20 Juni 2011

Bandotan (Ageratum conyzoides L.)


Nama umum
Indonesia: Bandotan, babandotan (Sunda), badotan, wedusan (Jawa), rumput bulu (Dayak)
Inggris:      maile-hohono, chick weed
Cina:         sheng hong ji

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
         Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
             Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                 Sub Kelas: Asteridae
                     Ordo: Asterales
                         Famili: Asteraceae
                             Genus: Ageratum
                                 Spesies: Ageratum conyzoides L.
Deskripsi :

Ageratum adalah herbal tahunan yang tumbuh sekitar 60 cm tinggi dan menghasilkan bunga-bunga pink kecil di bagian atas batang berbulu nya. Di beberapa negara itu dianggap sebagai gulma yang sulit untuk mengontrol. Ageratum berkisar dari tenggara Amerika Utara ke Amerika Tengah, tetapi pusat asal di Amerika Tengah dan Karibia. Ageratum juga ditemukan di beberapa negara di daerah tropis dan sub-tropis, termasuk Brasil.
ü Daun : Daun bertangkai, letaknya saling berhadapan dan bersilang (composite), helaian daun bulat telur dengan pangkal membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi, panjang 1 - 10 cm, lebar 0,5 - 6 cm, kedua permukaan daun berambut panjang dengan kelenjar yang terletak di permukaan bawah daun, warnanya hijau.
ü Batang : Batang bulat berambut panjang, jika menyentuh menyentuh tanah akan mengeluarkan akar.
ü Bunga : Kecil, berwarna putih keunguan. Bunga majemuk berkumpul 3 atau lebih, berbentuk malai rata yang keluar dari ujung tangkai, warnanya putih. Panjang bonggol bunga 6 - 8 mm, dengan tangkai yang berambut.
ü Buah : Buahnya berwarna hitam dan bentuknya kecil.
ü Tinggi : ±30 - 90 cm dan bercabang
ü Untuk pengembangbiakannya : dapat dilakukan melalui penyebaran biji.
Habitat : Tumbuh di ketinggian 1 sampai 2100 meter di permukaan laut. Tumbuh di sawah-sawah, ladang, semak belukar, halaman kebun, tepi jalan, tanggul, dan tepi air.
Iklim : habitat : Tropis dan subtropis
Ket. tambahan : Tumbuhan ini merupakan herba menahun, mempunyai daya adaptasi yang tinggi, sehingga mudah tumbuh di mana-mana dan sering menjadi gulma yang merugikan para petani.
Fungsi tumbuhan
Fungsi umum : Ageratum telah digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Di India, Ageratum digunakan sebagai bakterisida, antidisentri dan anti-lithik. Sedangkan di Brazil, perasan/ekstrak tanaman ini sering dipakai untuk menangani kolik, flu dan demam, diare, rheumatik dan efektif mengobati luka bakar. Di Indonesia, Ageratum banyak digunakan untuk obat luka, radang (inflamasi) dan gatal-gatal.

Di Brasil infus dipersiapkan dengan daun atau seluruh pabrik dan mempekerjakan untuk mengobati kolik, flu dan demam, diare, rematik, kejang, dan sebagai tonik. Hal ini juga sangat dianjurkan untuk luka bakar dan luka. Di negara-negara lain di Latin dan Amerika Selatan tanaman ini banyak digunakan untuk sifat antibakteri untuk kondisi menular dan infeksi bakteri. Di Afrika, ageratum digunakan untuk mengobati demam, rematik, sakit kepala, pneumonia, luka, luka bakar dan kolik.
Masyarakat Dayak Tunjung, menggunakan seduhan akarnya dan daunnya yang diremas-remas kemudian dibalurkan di sekitar pusar dapat sebagai obat sakit perut. Sedangkan oleh masyarakat Sunda di Jawa Barat, seluruh bagian tanaman ditumbuk dan dicampur dengan sedikit kapur sirih dapat sebagai obat luka dan bisul.
Kandungan Kimia
Ageratum mengandung senyawa bioaktif termasuk flavonoid, alkaloid, cumarins, minyak esensial, chromenes, benzofurans, terpenoid dan tanin. Para pabrik kimia utama yang ditemukan di pabrik meliputi: 6,7-dimethoxy-2 ,2-dimethylchromene, 6-demetoxyageratochromene, 6-vinil-demethoxy-ageratochromene, ageratochromene, alfa-cubebene, alfa-pinen, alfa-terpinene, beta- caryophyllene, beta-cubebene, beta-elemene, beta-farnesene, beta-myrcene, beta-pinen, beta-selinene, beta-sitosterol, cadinene, caryophyllene-oksida, conyzorigin, coumarin, dotriacontene, endo-borneol, endo-bornyl- asetat, etil-eugenol, etil-vanilin, farnesol, friedelin, HCN, hexadecenoic-asam, kaempferol, kaempferol-3 ,7-diglucoside, kaempferol-3-o-rhamnosylglucoside, linoleat-acid, quercetin, quercetin-3, 7 - diglucoside, dan quercetin-3-o-rhamnosylglucoside.
Kandungan kimia dari tanaman ini adalah asam amino, organacid, minyak terbang coumarin, ageratochromene, friedelin, betasitosterol, stigmasterol, potassium chlorida.
Herba Ageratum conyzoides juga berkhasiat untuk pengobatan demam, malaria, sakit tenggorokan, radang paru (pneumonia), radang telinga tengah (otitis media), perdarahan, seperti perdarahan rahim, luka berdarah dan mimisan, diare, disentri mulas (kolik), muntah, perut kembung, keseleo, pegal linu, mencegah kehamilan, badan lelah sehabis bekerja berat, produksi air seni sedikit, tumor rahim dan perawatan rambut.
Penggunaan Tumbuhan Dalam Keadaan Darurat
Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan dalam keadaan darurat sebagai tanaman obat tradisional
Sumber :
http://www.plantamor.com/index.php?plant=44
http://www.rain-tree.com/ageratum.htm
http://ellynk.damayanti.staff.ipb.ac.id/files/2010/12/E03495038.pdf