Senin, 06 Juni 2011

HARENDONG BULU (Clidemia hirta (L.) D. Don.)


Botani
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Order: Myrtales
Genus: Clidemia
Species: Clidemia hirta (L.) D. Don

Deskripsi
Habitus : Perdu, yang tegak dan naik dengan tinggi 0,5-2 meter.

Batang : Berkayu, bulat, berbufu rapat atau bersisik, percabangan simpodial, coklat.

Daun : Tunggal.bulat telur, panjang 2-20 m, lebar 1-8 cm, berhadapan, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berbulu, hijau.


Bunga : Majemuk, kelopak berlekatan, berbulu, bagian ujung pendek dari pangkal, ujung meruncing, daun pelindung bersisik, ungu kemerahan, benang sari delapan sampai dua belas, panjang ± 3 cm, merah muda, putik satu, kepala putik berbintik hijau, bakal buah beruang empat sampai enam, mahkota lima, bulat telur, ungu dan putih.

Buah : Buni, bulat telur, ungu.


Biji : Kecil, ungu.

Akar : Tunggang, coklat.

Distribusi/Penyebaran : Terdapat di seluruh Indonesia, terutama di pinggir-pinggir hutan, semak belukar dan tepi jurang

Habitat : Tumbuh di dataran rendah hingga kurang lebih 1.500 m dpl..
Penggunaan
·      Pencuci luka bernanah
·      Menghentikan pendarahan pada luka sayat
·      Daun : Pencuci luka bernanah yang menahun. Caranya : Ambil beberapa lembar daun, kemudian diremas-remas dan disap-usapkan sambil mandi atau dicuci pada luka. Ulangi beberapa kali dalam seminggu. Daun ini juga dapat digunakan untuk menghilangkan lendir ikan saat membersihkan atau penghilang rasa pahit pada daun pepaya atau pepaya muda sebelum dimakan.

Manfaat tumbuhan dalam keadaan darurat : Buah harendong bulu yang sudah masak berwarna ungu merupakan makanan ringan di perjalanan yang berasa manis