Senin, 13 Juni 2011

Semanggi (Marsilea crenata Presl)



Nama umum
Indonesia: Semanggi, semanggen, paku tapak itik

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
    Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
        Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
            Kelas: Pteridopsida
                Ordo: Salviniales
                     Famili: Marsileaceae
                         Genus: Marsilea
                             Spesies: Marsilea crenata Presl
Semanggi adalah sekelompok paku air (Salviniales) dari marga Marsilea) yang di Indonesia mudah ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran irigasi.di hutan ditemukan di daerah-daerah basah sekitar aliran sungai terbuka atau cebakan rawa.

Morfologi tumbuhan marga ini khas, karena bentuk entalnya yang menyerupai payung yang tersusun dari empat anak daun yang berhadapan. Akibat bentuk daunnya ini, nama “semanggi” dipakai untuk beberapa jenis tumbuhan dikotil yang bersusunan daun serupa, seperti klover.
Semua anggotanya heterospor: memiliki dua tipe spora yang berbeda kelamin.
Daun tumbuhan ini (biasanya M. crenata) biasa dijadikan bahan makanan yang dikenal sebagai pecel semanggi, khas dari daerah Surabaya. Organ penyimpan spora (disebut sporokarp) M. drummondii juga dimanfaatkan oleh penduduk asli Australia (aborigin) sebagai bahan makanan. Semanggi M. crenata diketahui mengandung fitoestrogen (estrogen tumbuhan) yang berpotensi mencegah osteoporesis.[1] Tumbuhan ini juga berpotensi sebagai tumbuhan bioremediasi, karena mampu menyerap logam berat Cd dan Pb. Kemampuan ini perlu diwaspadai dalam penggunaan daun semanggi sebagai bahan makanan, terutama bila daunnya diambil dari lahan tercemar logam berat.
Kegunaan dalam keadaan darurat di hutan
Daun muda tumbuhan ini dapat digunakan untuk bahan makanan baik dimakan langsung, disayur, ditumis atau dikukus

Sumber :
http://uminatichusnahsharing.blogspot.com/2011/04/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html